Langsung ke konten utama

Postingan

Pesona Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Palembang

Palembang mempunyai tradisi yang unik dalam memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Beberapa tradisi yang masih dilakukan hingga kini yaitu dijajakannya Telok Abang, Telok Ukan, Telok Pindang dan Lemper Jepit.

Siwaluh Jabu, Rumah Adat Karo di Desa Dokan

Desa Dokan terletak di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sekitar 95 km dari Kota Medan. Desa Dokan telah dijadikan Desa Wisata oleh pemerintah setempat. Kain sebagai pembatas disampirkan disiang hari Di desa ini terdapat beberapa rumah adat Siwaluh Jabu, disebut demikian karena rumah ini memiliki delapan jabu atau ruangan yang dihuni oleh delapan keluarga, yang memiliki hubungan kekerabatan, hidup berdampingan hanya berbatas kain panjang.  Kain-kain panjang ini akan dilipat atau disampirkan pada pagi hari dan dipasang kembali saat tidur menjelang.  Masing-masing jabu hanya berukuran sekitar 2 x 3 m saja. Mencuci pakaian di teras Siwaluh Jabu Rumah adat ini memiliki delapan tungku masak.  Diatas tungku terdapat para atau rak, tempat menyimpan bumbu dapur, ikan, daging dan perlengkapan masak lainnya.  Asap dari tungku akan naik ke bubungan, menjadikan bubungan hitam legam. Opung, penghuni tertua Siwaluh Jabu yang saya kunjungi Siwaluh Jabu memili...

Belajar Filosofi dan Adat Istiadat dari Rumah Limas

Taukah teman-teman bahwa rumah yang terdapat pada gambar di lembar uang sepuluh  ribuan emisi 2005 dan 2010 adalah Rumah Limas Palembang?  Rumah ini berada di Kompleks Museum Balaputra Dewa, Jalan Srijaya I no. 288 Km 5,5 Palembang. Rumah Limas merupakan rumah tradisional khas Provinsi Sumatera Selatan. Dari namanya, pastinya rumah ini berbentuk limas. Bangunannya bertingkat-tingkat dan mempunyai filosofi budaya tersendiri untuk setiap tingkatnya. Tingkat-tingkat ini disebut masyarakat sebagai bengkilas. Asli! Adat yang kental sangat mendasari pembangunan Rumah Limas. Tingkatan yang dimiliki rumah ini disertai dengan lima ruangan yang disebut dengan kekijing. Hal ini menjadi simbol atas lima jenjang kehidupan bermasyarakat, yaitu usia, jenis, bakat, pangkat dan martabat. Detail setiap tingkatnya pun berbeda-beda. Ada satu hal yang menarik ketika saya berkunjung ke sini.  Di dalam rumah limas terdapat Timbangan Cinta. Timbangan ini berbentuk timbangan yang ...

Kampung Arab Al Munawar Palembang

Palembang memiliki berbagai etnis didalam masyarakatnya. Ada etnis Tionghoa, etnis India, etnis Arab dan lain-lain. Setiap etnis memiliki komunitasnya masing-masing. Baik itu berupa tempat tinggal, organisasi, maupun hanya sekedar perkumpulan. Tempat tinggal atau pemukiman yang ada di suatu masyarakat etnis tertentu, sebagian besar adalah masyarakat dari etnis tersebut. Misalnya, sekumpulan masyarakat yang berasal dari Arab, bermukim di suatu tempat besar, dinamakan Kampung Arab.

Jumputan, Tie Dye From Palembang

Selain populer dengan Kain  Songket, Palembang juga memproduksi Kain Pelangi atau lebih dikenal dengan Jumputan. Pengrajin Jumputan kebanyakan berada di pinggiran kota Palembang, Sumatera Selatan. Tangan para perajin terampil melukis bahan dasarnya, menjumput dan memberi warna.  Jalan Aiptu Wahab Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan Seberang Ulu I Palembang d ikenal sebagai sentra kerajinan kain Jumputan di Palembang.  Cantik bak pelangi Motif Jumputan seperti pelangi merupakan konvergensi banyak budaya. Desain kacang ijo, titik tujuh atau sesirangan mirip dengan motif jumputan di Jawa karena di masa lalu Palembang menjadi bagian Kerajaan Majapahit dan Kesultanan Demak. Sedangkan warna cerah dan gradasi pelangi dipengaruhi oleh budaya Melayu dan Tionghoa. Proses pencelupan Sesuai dengan namanya, Jumputan dibuat dengan cara menjumput kain yang diisi biji-bijian sesuai dengan motif yang dikehendaki, selanjutnya diikat dan dilakukan pencelupan kedalam pewa...

Capturing the beauty of Kampung Kapitan

Kampung Kapitan menyimpan nilai seni dan budaya yang terletak pada struktur bangunan rumah yang ada. Rumah di kawasan ini menyimpan tiga pengaruh budaya, yakni budaya Cina,  Palembang dan Belanda. Pengaruh budaya Cina pada pintu depan rumah Tjoa Han Him. Budaya Cina bisa dilihat dari bagian tengah rumah dan pintu depan yang dicat dengan warna merah. Yang menarik perhatian saya, fentilasi pada pintu dan jendela terbuat dari lempengan besi yang disusun dengan rangka dan ada besi mengatur dibagian tengahnya. Cara kerja buka tutupnya seperti pada nako.  Amazing, rangkaian ini masih bekerja dengan baik! Pengaruh budaya Palembang tampak pada desain atap rumah yang menyerupai limas dan terdapat tiang yang menopang berdirinya rumah. Rumah abu leluhur Sedangkan budaya Belanda terlihat dari desain ruang tamu rumah Tjoa Han Him dan rumah abu leluhur. Replika nisan di rumah abu leluhur. Ada beberapa objek yang bisa dilihat di Kampung Kapitan. Salah satu yang cuk...

Kepulauan Banyak yang Cantik

Menunggu sunset di Malelo Aceh punya banyak destinasi wisata yang cantik. Seperti Kepulauan Banyak, berupa gugusan pulau kecil yang eksotis. Sudah tahu belum? Kepulauan Banyak adalah gugusan pulau kecil yang berjumlah sekitar 99 pulau berada di Kabupaten Aceh Singkil provinsi Aceh, berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Tepatnya di ujung sebelah barat Pulau Sumatera. Lokasi ini dapat dicapai melalui Desa Pulo Saruk, Aceh singkil, dengan menggunakan ferry selama 4 jam yang berlayar setiap hari Selasa dan Jumat atau menggunakan perahu nelayan yang berlayar setiap hari. Dari Kota Medan, kita bisa menggunakan kendaraan roda dua atau roda empat ke Desa Pulo Saruk selama 8 jam perjalanan. Laut Kepulauan Banyak menyajikan pemandangan alam berupa terumbu karang dengan flora dan fauna laut yang khas yaitu tumbuhan laut dan ikan-ikan karang yang beraneka warna dan berbagai ukuran. Beberapa areal wisata di daerah ini adalah Pantai Pulau Palambak, Balai, Tailana, Rago-rago, Matahari, Pa...

Kopi Sanger Aceh

            Now I'm here, exploring The Barista Coffe Shop at Langsa, Aceh. Saya bukan pecinta kopi, tapi sesekali saya merindukannya. Pilihan saya selalu jatuh pada Kopi Sanger. Sanger, entah dari mana kata ini berasal, digunakan untuk menyebut campuran kopi dan susu kental manis dengan komposisi 3 banding 1. Coffe meets milk. Great flavor comes from great pairing. Cangkir penyajian di The Barista Coffe Shop kecil saja, hanya ukuran 100 ml. Tapi ini ukuran yang pas sekali buat saya. Rasa pahit dan sedikit asam khas kopi Aceh, dicampur dengan susu kental manis, dengan perbandingan yang pas, memberikan pengalaman minum kopi yang luar biasa. Bisa dibayangkan? 😋

Sabang, di sini kecantikan Indonesia berawal

Kampung nelayan Ie Meulee Kota Sabang adalah salah satu kota di Aceh, Indonesia. Kota ini berbentuk kepulauan dengan Pulau Weh sebagai pulau terbesar, dengan luas 121 km2.  Kali ini kami akan eksplore Pulau Weh saja, tidak hopping island ke pulau-pulau lainnya.  Ini adalah kunjungan kedua dan kami mencari destinasi lain yang tidak begitu turistik tapi menarik untuk spot foto.

Melihat Jejak Peradaban Tionghoa di Medan

Tjong A Fie Mansion Jika Anda ke Medan, saya rekomendasikan untuk mampir ke Rumah Tjong A Fie di Jln. Jend. Ahmad Yani No. 105 Medan.

Leang Leang, Maros.

Leang Leang terletak di dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di daerah Maros Pangkep. Pegunungan Karst yang sudah berumur ribuan tahun ini diakui sebagai kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Guangzhou di China. Meliputi area seluas 43.750 hektar, wilayah ini memiliki 286 goa dengan lebih dari 30 goa prasejarah. Jenis bebatuan karst di Maros Pangkep ini juga dapat ditemukan hanya di Guangzhou, China dan di Teluk Halong, Vietnam. Tidak hanya itu, di sini ada goa prasejarah dan terdapat bukti tapak tangan manusia purba di sini. Goa prasejarah yang terdapat di Leang Leang ini sangat menarik karena goa ini dulunya sebagai tempat tinggal dan penghuninya meninggalkan jejak dalam berbagai bentuk gambar di dinding goa. Gambarnya pun cukup unik karena ada gambar-gambar yang mengambil bentuk babi hutan, ikan, manusia dan bentuk tidak jelas lainnya yang ditemukan di daerah sekitar Leang Leang.

Rammang Rammang yang mempesona

Rammang Rammang terletak di Dusun Rammang Rammang, Desa Salenrang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Propinsi Sulawesi Selatan. Jaraknya hanya sekitar 40 km di sebelah utara Kota Makassar. Tempat ini bisa dicapai dengan kendaraan bermotor, baik motor atau mobil selama 1,5 – 2 jam perjalanan. Rammang Rammang berasal dari Bahasa Makassar yang artinya kabut atau awan karena kawasan tersebut selalu diselimuti kabut saat hujan atau di pagi hari. Pegunungan karst di Makassar ini juga mencatatkan rekor mengagumkan karena menjadi satu-satunya di Indonesia. Sedangkan di dunia, Rammang Rammang menempati posisi ketiga sebagai Taman Hutan Batu Kapur, setelah Taman Hutan Batu Tsingy di Madagaskar dan Taman Hutan Batu Shilin di Cina. Yang sangat mengasyikan sekaligus bikin deg2an ketika menuju Rammang rammang, kita harus naik perahu kecil milik penduduk setempat yang akan menyusuri sungai kecil yang mengalir diantara bebatuan besar  dan pohon bakau. Sepanjang perjalanan aku be...

Pulau Kemaro, delta kecil di Sungai Musi

Pulau Kemaro merupakan sebuah Delta kecil di Sungai Musi, terletak sekitar 6 km dari Jembatan Ampera. Pulau Kemaro terletak di antara Pabrik Pupuk Sriwijaya dan Pertamina Sungai Gerong. Pulau kemaro berjarak sekitar 40 km dari kota Palembang. Di tempat ini terdapat sebuah vihara cina (klenteng Hok Tjing Rio) dan kuil Buddha yang sering dikunjungi umat Buddha untuk berdoa atau berziarah ke makam. Di pulau ini juga sering diadakan acara Cap Go Meh setiap Tahun Baru Imlek.

For Your Information

Libur akhir pekan kemarin saya mengajak keponakan untuk nge-trip ke Kuala Lumpur dan ini untuk pertama kalinya saya liburan bersama keponakan ke LN tanpa didampingi orang tua kandung mereka. Lalu, apa sajakah dokumen yang harus kita lengkapi jika membawa keponakan (atau mungkin cucu karna kemarin ada juga traveller yang bawa cucunya) ke LN tanpa didampingi orang tua mereka? Pertama, yang pasti paspor keponakan harus kudu wajib dibawa :D Kedua, surat pernyataan dari kedua orang tua bahwa mereka mengizinkan kita sebagai wali dari si anak dan akan bertanggungjawab penuh terhadap si anak.  Pihak imigrasi menyarankan surat ini dibuat beberapa rangkap sesuai jumlah negara yang akan kita kunjungi. Ketiga, tiket kembali ke Indonesia.  Ini untuk memastikan bahwa kita benar-benar liburan, berobat atau keperluan lain yang memang batas waktunya jelas, bukan mau bawa kabur si anak. Berikut contoh Surat Pernyataan untuk membawa keponakan ke LN tanpa didampingi orang tua mereka: ...

Masjid Apung Makassar

Sebetulnya masjid terapung di Makassar ini bernama Masjid Amirul Mukminin. Masjid ini terletak di teluk Makassar atau di pantai Losari. Karena masjid dengan arsitektur modern itu memang dibuat di tepi pantai dengan pondasi cukup tinggi, dalam keadaan air pasang terlihat seperti terapung di laut. Masjid indah di pinggir pantai losari itu dibalut  warna putih yang dominan dan dilengkapi menara yang tinggi menjulang serta memiliki kubah dengan diameter 9 meter, menambah keanggunan masjid tersebut. Masjid ini diresmikan  oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla (mantan wapres dan terpilih lagi menjadi wapres dari pasangan Joko Widodo) pada 21 Desember 2012 silam. Foto diambil sesaat setelah sholat subuh.

Al Quran Al-Akbar di Palembang

Al Quran Al-Akbar atau yang juga sering disebut Al Quran Raksasa di Pondok Pesantren Al Ihsaniyah Gandus Palembang. Terdapat 30 juz ayat suci Al-Quran yang berhasil dipahat/diukir khas Palembang dalam keping kayu dan menghabiskan kurang lebih 40 meter kubik kayu tembesu dengan masing-masing ukuran halamannya 177 x 140 x 2,5 sentimeter dan tebal keseluruhan mencapai 9 meter. Al-Quran yang terdiri dari 630 halaman ini juga dilengkapi dengan tajwid serta doa khataman bagi pemula. Setiap lembar terpahat ayat suci Al-Quran pada warna dasar kayu coklat dengan huruf arab timbul warna kuning dengan ukiran motif kembang di bagian tepi ornamen khas Palembang yang sangat indah dan bentuk hurufnya jelas sehingga mudah  dibaca. Proses pembuatannya sendiri memakan waktu sekitar tujuh tahunan.

Curup Buluh, Lahat, Sumatera Selatan

Curup Buluh terletak di Desa Lubuk Selo, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat, sekitar 36 kilometer atau 1 jam perjalanan dari Lahat menuju Pagaralam melalui jalan baru (bukan jalan Ndikat yg selama ini dilalui dari Lahat ke Pagaralam).  Setelah itu para wisatawan harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki, dengan trek menuruni bukit tanah yang gembur, namun untuk mempermudah para wisatawan menuju ke lokasi air terjun curup buluh, masyarakat setempat telah membuat tangga sederhana dari kayu dan semen sehingga mengurangi resiko tergelincir saat menuruni lembah.  Butuh waktu 15 menit dari tempat parkir ke air terjun. Di tempat parkir juga ada pangkalan ojek, jadi bisa menggunakan transportasi ini untuk menuju ke air terjun dan kembali ke parkiran.  Ongkos ojeknya sekitar Rp. 5000,- sekali jalan.  Murahkan?  Tapi kalo aku lebih memilih trekking :D

Curup Maung, surga di tempat yang tak terduga.

God has the most unexpectedly beautiful things tucked in unlikely places. Gak sabar pengen share foto ini. Sebagai background adalah Curup Maung, air terjun di tengah hutan yg super duper dasyat! Untuk mencapai Curup Maung, wisatawan dapat menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat selama satu jam perjalanan dari Ibu Kota Kabupaten Lahat menuju Kecamatan Gumay Ulu. Setelah sampai di Desa Padang Muaro Duo, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat, para pengunjung harus memarkir kendaraan di tempat parkir yang telah disediakan oleh penduduk setempat, dengan tarif parkir  Rp. 5000 per kendaraan, tapi saya gak tega bayar segitu karna saya ditawarin makan sama tukang parkirnya 😊 Setelah itu wisatawan dapat melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama ± 1 jam menyusuri jalan setapak, melewati hutan dan kebun kopi, dengan medan yang menurun dan tingkat kecuraman hampir 45 derajat. Medannya berat.  Bertambah berat karna saya membawa anak saya yg masih balita. Tapi beg...

Memanjakan lidah dengan kuliner Medan, sedaaap!

Medan mulai berkembang sejak Belanda membuka perkebunan tembakau di Deli pada tahun 1863. Kini secara garis besar Medan dihuni oleh etnis Melayu, Batak, Jawa, berbaur dengan Tionghoa dan India.  Multikultular inilah yang membuat kuliner di Medan begitu beragam.       Di kampung Madras misalnya, kawasan tinggal keturunan India, kita akan menemukan makanan kaya bumbu khas India. Sedangkan di Jl. Semarang dan Kompleks Perumahan Cemara Asri, ada begitu banyak Chines food tersedia.   Kalau Anda sedang berkunjung ke Medan, kurang lengkap rasanya tanpa menikmati keanekaragaman kuliner yang tersedia di sini. Soto Sinar Harapan Mulailah dengan menikmati Soto Medan di RM. Sinar Pagi di Jl. Sei Deli. Jangan kaget, orang Medan biasa sarapan pagi dengan menu berat dan lengkap. Jika ingin menikmati Soto Medan yang lezat, di sinilah tempat yang tepat. Soto berkuah kental dengan sarat bumbu ini dipastikan bisa membuat Anda ketagihan. Tapi kalau tidak...

Akhir Pekan di Pekanbaru

Kesan pertama ketika aku tiba di Pekanbaru, ibukota Propinsi Riau, adalah betapa bersih dan tertatanya kota ini. Memasuki Jalan Jendral Sudirman, yang menjadi denyut nadi kota, mata kita dimanjakan oleh jalur hijau. Jalannya luas dan bersih.  Kendaraan, baik mobil dan motor, semuanya tertib. Bangunan-bangunan dengan arsitektur Melayu sangat menarik perhatianku. Salah satunya Raja Ali Haji (Bandar Serai) di Jalan Sudirman atau lebih dikenal dengan nama Arena Purna MTQ. Tempat ini dulunya ditujukan untuk kegiatan Musabaqoh Tilawatil Quran Nasional ke-17 pada tahun 1994.  Di tengahnya terdapat Anjungan Seni Indus Tintin yang menjadi salah satu landmark budaya Pekanbaru, juga Akademi Kesenian Melayu Riau.   Aku menyempatkan diri mengunjungi Museum Sang Nila Utama di Jalan Sudirman. Museum ini menyimpan berbagai koleksi benda-benda seni dan budaya seperti pakaian adat, gaun pengantin, permainan rakyat seperti gasing, alat-alat musik dan benda-benda bersejarah lainny...